Halaman

Minggu, 30 Oktober 2011

Makanan seimbang

Makanan Seimbang

Untuk melakukan kegiatan fisik dan menjaga pertumbuhan, kita memerlukan zat makanan. Tapi, demi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kita harus mengatur makanan seimbang agar kita dapat menikmati lezatnya suatu makanan sambil menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan yang cenderung meningkatkan faktor resiko timbulnya penyakit jantung.

Berbagai kondisi yang dapat meningkatkan resiko timbulnya penyakit jantung adalah :
Pertama ; Faktor utama seperti kadar kolesterol total, LDL (Low Desnsity Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein), hipertensi dan merokok.
Kedua ; Faktor tidak langsung seperti diabetes mellitus, obesitas, kurang olahraga, dan stress.
Ketiga ; Faktor alami, yaitu faktor keturunan, gender, dan usia.
Pengaruh faktor-faktor resiko ini antara lain bisa menimbulkan persoalan pada otot jantung, katup jantung, sistem rangsangan listrik, perikardium (kantung penyelimut jantung) atau arteri koroner (pembuluh yang menyalurkan darah ke otot jantung). Akibatnya jantung tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menyirkulasikan darah ke seluruh tubuh. Padahal, darah yang beredar akan membawa oksigen dan zat-zat gizi yang diperlukan bagi kesehatan tubuh dan membawa sisa-sisa pembakaran yang bisa meracuni tubuh untuk ‘dibersihkan’ di ginjal, hati dan paru-paru.
Namun, dengan pola makanan yang sehat, kita bisa menekan faktor risiko timbulnya penyakit jantung. Pada dasarnya, sebagai sumber energi dan untuk pertumbuhan, zat makanan dapat digolongkan menjadi tiga, yakni sebagai berikut :
1. Makanan sumber Energi : karbohidrat, lemak dan protein
2. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Tubuh : protein, zat mineral dan air
3. Zat Pengatur : protein, mineral dan vitamin
Jika dilihat dari asalnya, secara garis besar, zat makanan digolongkan menjadi empat bagian, yakni :
1. Karbohidrat : gula, beras, gandum, sagu, sayur-sayuran, buah-buahan
2. Lemak : daging, ikan, kuning telur, margarine, mentega, kacang-kacangan, durian, kelapa, minyak goreng
3. Protein : daging, ikan dan kacang-kacangan
4. Vitamin, air dan mineral
Persatuan Ahli Gizi Indonesia merumuskan pola makanan sehat berdasarkan pada prinsip berimbang yang dikelompokkan menjadi tujuh bagian :
*** Kelompok bahan makanan sumber karbohidrat seperti nasi, bubur beras, roti putih dan tepung terigu.
*** Kelompok bahan makanan sumber protein hewani seperti daging sapi, telur ayam, ayam, ikan segar, ikan asin, usus sapi dan sebagainya.
*** Kelompok bahan makanan sumber protein nabati seperti kacanh hijau, kedelai, kacang merah, kacang tanah dan sebagainya.
*** Kelompok sayuran seperti bayam, bit, jagung muda, kacang panjang, katuk, wortel dan sebagainya.
*** Kelompok buah-buahan seperti apel, anggur, jeruk manis, mangga, rambutan dan sebagainya.
*** Kelompok susu seperti susu sapi, susu kambing dan sebagainya.
*** Kelompok minyak atau lemak seperti minyak ikan, lemak sapi, dan kelapa parut.
Jadi, dengan melaksanakan pola makanan yang sehat, menurut Dr. Christian Barnard, spesialis jantung bereputasi internasional, kita bisa memperkecil resiko terkena penyakit jantung. Misalnya betakaroten yang terdapat dalam buah dan sayuran warna jingga seperti aprikot dan wortel sangat bagus untuk jantung, menguatkan sistem kekebalan dan melawan kanker.  Filosterol yang terdapat dalam biji dan minyak tanaman dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Saponin yang terdapat dalam biji-bijian , selain dapat menurunkan kadar kolesterol juga dapat melawan kanker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar